Tuesday, December 20, 2016

Aktivitas Produksi menurut Al Ghazali

Al-Ghazali memberikan perhatian yang cukup besar dalam menggambarkan berbagai macam aktivitas produksi dalam sebuah masyarakat, termasuk pentingnya produksi barang-barang kebutuhan dasar, hierarki produksi, tahapan produksi dan kaitannya. Berikut ini akan dipaparkan pemikiran al-Ghazali seputar produksi;

Produksi Barang-Barang Kebutuhan Dasar Sebagai Kewajiban Sosial.
Al-Ghazali menyatakan bahwa produksi barang-barang pokok merupakan kewajiban sosial (fard al-kifayah). Artinya jika telah ada sekelompok orang yang telah berkecimpung di dunia usaha yang memproduksi barang pokok untuk mencukupi kebutuhan masyarakat maka kewajiban seluruh masyarakat telah terpenuhi. Namun, jika tidak ada seorang pun yang melibatkan diri dalam kegiatan tersebut maka semua orang akan dimintai pertanggung jawabnya. Oleh karena itu negara mempunyai tanggung jawab yang cukup besar dalam mencukupi kebutuhan pokok masyarakat.

Hierarki Produksi
Al-Ghazali mengklasifikasikan barang-barang produksi dalam tiga kelompok besar.
1.      Industri dasar, yakni industri yang menjaga kelangsungan hidup manusia seperti agrikultur untuk makanan, tekstil untuk pakaian, konstruksi untuk perumahan.
2.      Aktivitas penyokong, yaitu industri yang bersifat menyokong industri dasar, seperti industri baja, eksplorasi, dan pengembangan tambang dan lain-lain.
3.      Aktivitas komplementer, adalah industri yang masih ada kaitannya dengan industri dasar, seperti penggilingan dan pembakaran produk-produk agrikultur. [1]

Tahapan Produksi, Spesialisasi dan Keterkaitannya.
Al-Ghazali mengakui adanya tahapan produksi yang beragam sebelum produk tersebut dikonsumsi berikut mata rantai yang saling terkait dalam sebuah produksi. Berkaitan dengan hal ini, ia menyatakan,
“Petani memproduksi gandum, tukang giling mengubahnya menjadi tepung, lalu tukang roti membuat dari tepung itu”.
Tentang saling ketergantungan, ia mengemukakan,
“Selanjutnya pandai besi membuat peralatan cangkul bagi petani, dan tukang kayu memproduksi peralatan yang dibutuhkan oleh pandai besi”
Tahapan dan keterkaitan produksi yang beragam mensyaratkan adanya pembagian kerja, koordinasi dan kerja sama.



[1] Adiwarman Karim, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, (Jakarta:Raja Grafindo Persada, 2006) Edisi ketiga, 328

No comments:

Post a Comment