Tuesday, December 20, 2016

Analisis Neraca Perdangan Indonesia dengan India

NERACA PERDAGANGAN INDONESIA DENGAN INDIA
(Nilai : Ribu US$)
Uraian
2011
2012
2013
2014
2015
Trend(%) 2011-2015
Jan-Sep
Perub.(%) 2016/2015
2015
2016
TOTAL PERDAGANGAN
17.657.709,70
16.801.957,40
16.995.283,00
16.201.041,50
14.472.419,30
-4,25
11.073.232,90
9.139.013,50
-17,47
MIGAS
399.548,50
338.681,80
216.438,10
413.442,90
204.707,30
-10,76
158.150,80
183.098,50
15,77
NON MIGAS
17.258.161,20
16.463.275,70
16.778.845,00
15.787.598,70
14.267.712,00
-4,14
10.915.082,10
8.955.915,10
-17,95
EKSPOR
13.335.706,50
12.496.314,30
13.031.302,70
12.248.960,30
11.731.001,10
-2,73
8.946.562,90
7.115.122,10
-20,47
MIGAS
56.727,50
49.566,00
21.480,40
25.222,90
129.025,20
10,16
88.809,20
164.043,40
84,71
NON MIGAS
13.278.979,00
12.446.748,30
13.009.822,30
12.223.737,50
11.601.975,80
-2,84
8.857.753,70
6.951.078,70
-21,53
IMPOR
4.322.003,20
4.305.643,10
3.963.980,30
3.952.081,20
2.741.418,30
-9,48
2.126.670,00
2.023.891,40
-4,83
MIGAS
342.821,00
289.115,80
194.957,70
388.220,00
75.682,10
-23,86
69.341,50
19.055,00
-72,52
NON MIGAS
3.979.182,20
4.016.527,40
3.769.022,60
3.563.861,20
2.665.736,20
-8,8
2.057.328,50
2.004.836,40
-2,55
NERACA PERDAGANGAN
9.013.703,20
8.190.671,10
9.067.322,50
8.296.879,10
8.989.582,80
0,08
6.819.892,90
5.091.230,70
-25,35
MIGAS
-286.093,50
-239.549,80
-173.477,30
-362.997,20
53.343,10
0
19.467,70
144.988,40
644,76
NON MIGAS
9.299.796,70
8.430.220,90
9.240.799,70
8.659.876,30
8.936.239,60
-0,53
6.800.425,20
4.946.242,30
-27,27
Sumber: BPS, Processed by Trade Data and Information Center, Ministry of Trade

Analisis:
Indonesia memiliki keuntungan menjalin kerjasama perdagangan dengan India, sebab Indonesia dari tahun ke tahun selalu surplus di neraca perdagangannya. Artinya disini adalah ekspor Indonesia lebih besar daripada impor Indonesia dengan India. Tetapi ada hal yang harus diwaspadai, yaitu terus menurunnya surplus neraca perdagangan kita dengan India. Menurut saya menurunnya surplus neraca perdagangan Indonesia dengan India adalah kedua pihak sama-sama membatasi Impor dari negara lain. Kedua negara ini cenderung untuk mendorong produksi dalam negeri hingga maksimal terlebih dahulu, dan apabila belum mencukupi kebutuhan negaranya baru dilakukan kebijakan impor suatu komoditi. Kebijakan pembatasan impor ini berlaku dengan semua negara, bukan Cuma dengan India. Terjadi pembatasan yang ketat untuk diadakannya impor, harapannya disini impor hanya untuk kebutuhan saja, sehingga terjadi efisiensi suatu kebijakan impor. Hal ini bertujuan agar Indonesia tidak bergantung dengan negara lain dan juga untuk mendorong produksi dalam negeri.

No comments:

Post a Comment